Senin, 24 Februari 2014
Jumat, 04 November 2011
Eksistensi Wali Kelas
Kamis, 03 November 2011
PARA SANTRI PUN BISA BELAJAR DI PERGURUAN TINGGI FAVORIT
Jumat, 02 April 2010
mulutmu ..harimaumu
post by Wawan Rusmawan
Agama Islam membimbing para pemeluknya untuk selalu berlaku sopan dan santun dalam berkata. Kata-kata kotor,makian,penghinaan harus di jauhi oleh umat islam . Dari pada berkata-kata kotor,menghina orang lain, lebih bagus berkata baik,atau kalau tak bisa melakukannya lebih bagus diamlah. "kul khoiron au li yasmut " berkata baik atau diamlah.seperti yang sering di jelaskan para ustad.
Bagi muslim/muslimah yang hidup di negara dinegara yang penduduknya mayoritas non muslim contoh perancis,swedia yang melarang kaum muslimah memakai cadar.Nasibnya terkadang kurang baik.Tak sedikit kaum muslim yang mendapat perlakuan diskriminasi termasuk penghinaan.
Kasus berikut layak kita renungkan ,karena tak mampu menjaga kata (menghina)orang lain
Akibatnya........menderita rugi materiil sepirituil dan lain-lain
Nun jauh di negeri orang ada seorang tua umurnya kira-kira 60 tahun namanya Nenek Erika Tazi.ia menginap di sebuah hotel di Aintree.Liverpool .Inggris. agar bisa dekat dengan rumah sakit Aintree.Nenek itu membayangkan bisa mendapat servise yang bagus dari pelayan hotel tersebut
Namun yang terjadi sungguh di luar dugaan . Hampir satu jam Tazi di maki-maki,bukan karena nunggak bayaran atau merusak bagian hotel tersebut. Berbagai ucapan pedas ,dan penghinaan diterima nya hanya karena Tazi beragama islam dan mengunakan busana muslimah.
Ben sipemilik hotel bertanya dengan sinis,”mengapa kamu mengenakan pakaian macam itu ?” dia tak menunggu jawaban Tazi karena terlebih dulu asyik menertawakan.Ben juga menyebut Nabi Muhammad sebagai tuan tanah yang gemar perang serta layak disamakan dengan diktator Saddam Husein ,juga Hitler.
Istri si Ben ,Sharon malah ikut menghina nenek Tzi ini, karena berpakaian muslimah dan berjilbab sebagai bentul penindasan dan perbudakan. Siben juga menyebut nenek Tazi sebagai Teroris.
Sebagai seorang mualaf (dia baru masuk islam 18 bulan yang lalu)penghinaan kepada dirinya oleh keluarga Si Ben dianggap oleh nenek Tazi sebagai ujian keimanan. Tazi mengaku bahwa cahaya iman baru diraihnya diusia senja 60 tahun. Tazi mengaku sebelum sampai kepelukan Islam, dia telah mencoba berbagai agama,tapi hasilnya nihil. Belum ada yang mampu mendamaikan jiwanya,hingga bertemu dengan kesejukan islam.
Dia tidak tiba-tiba saja memutuskan berjilbab atau busana menutup aurat,kecuali telah melalui perjalan panjang spiritual. Oleh sebab itu ia tak terima dengan penghinaan karena ada pihak yang menganggap dirinya aneh.” Saya seorang wanita normal asal Warrington yang juga menyukai grup musik The Beatle “, tegasnya.
Wanita tua itu tak mungkin membalas memukul dengan bogem mentah,bahkan meladeni perang mulut dengan si penghina sudah tak kauat lagi. Namun berkat kesadaran hak asasi dan perlindungan hukum yang kuat ,nenek tua ini mampu memberi pelajaran buat si mulut lancang .
Akibat ucapan berbau penghinaan tersebut, si ben harus menanggung sendiri resikonya. bisnis Hotel yang telah dirintis selama bertahun tahun ikut ikut mengalami guncangan dan jadi kacau balau.Kerugian moril dan materil secara bersamaanmenimpa keluarga si Ben gara-gara tak bisa menjaga kata.
Syukurlah kasus yang menimpa mualaf nenek Tazi ini mendapat perhatian yang serius dari pihak yang kompeten .Kepolisian ,kejaksaan,dan kehakiman kota Livervool tengah berupaya membereskansecara tuntas kasus penghinaan terhadap nenek Tazi seorang mualaf di negara inggris .(Wan Rusmawan -Sumber Paras)***
Jumat, 19 Maret 2010
Pulau Bali in Indonesia.

Bali is one of provinces in Indonesia. This place is so popular everywhere. Not only famous in Indonsia but also in foreign countries
Bali is one hour and twenty minutes away from jakarta by jet, or you can fly or go by train to Surabaya,then use the express bus service from Surabaya to Denpasar via banyuwangi,where you board a ferrry.There are olso flight from surabaya and yogyakarta to Denpasar.
Going by bus from jakarta to denpasar is olso possible,especiallay if you go with a tour group.
Once of you arrive in Bali,there are several ways to travel around the island.Taxis and rented cars are available throught hotels and travel agents. Tour agencies and most hotels offer bus tours to major points of interest. Motorcycles and bicycles a availlable for rent throught agencies in Denpasar, Kuta beach and Sanur beach.Oplets pass through areas and offer inexpensive rides.
Denpasar,the capital of the province, is the location of many community temples and Bali museum.Batubulan,ashort drive nort-east of denpasar,is the location of many sandstone workshops.Celuk is the village just nort of Batubulan where gold and silver work for jewelrynd ornaments is done. The village of batuan specilizes in traditional painting and weaving as well as decorative wooden panels and screens.
to be continue.....
Selasa, 16 Maret 2010
EDUCATION IN INDONESIA
Since a945 the goverment has changed the system of education and built many schools. Beside private school, there are other kinds of school. What schools are there in Indonesia now ?.There are government school which give free education up to high schools.
Their administration is controlled by the goverment.Some school receive money from goverment to pay for some, but not all,of their cost. The are what we call subsidized schools.
The private schools are independent.
Selasa, 02 Maret 2010
urgensi tauhid dalam kehidupan manusia
-->
Selasa, 02 Februari 2010
JURNALISTIK BAGI PELAJAR

oleh Wawan Rusmawan
Salah satu pilihan kegiatan siswa dari ektra kurikuler adalah penerbitan sekolah. Yakni aktivitas siswa mengelola penerbitan majalah dinding, buletin sekolah atau penerbitan yang sejenis dengan itu . Umumnya para siswa yang berminat kepada ilmu jurnalistik ini tentu memiliki perhatian yang cukup besar terhadap maju mundurnya majalah atau buletin sekolah.
Dari pengamatan penulis terhadap penerbitan ini di beberapa sekolah di Cimahi dan kab Bandung . Hampir setiap sekolah telah memiliki majalah dinding(mading), buletin sekolah. baik dari yang paling bagus sampai ke yang sederhana pengelolaanya. Para siswa menerbitkan mading atau buletin sekolah untuk lingkungannya dengan berbagai variasai tulisan ,baik karya para siswa sendiri maupun tulisan berupa kliping yang berasal dari koran,atau majalah bahkan dari internet yang menarik untuk dibaca para siswa lainnya .
Sebagai calon-calon jurnalis di masa depan , para siswa yang terlibat dalam penerbitan sekolah ini , rajin melakukan perbaikan terhadap penerbitan majalah atau buletin sekolahnya. Para pengurusnya terus membaca , bertanya bahkan ada juga yang ikut pelatihan jurnalistik agar ilmu jurnalistiknya bisa diterapkan di majalah atau buletin sekolahnya. Bahkan para redaktur penerbitan ini tak segan-segannya minta saran dan pendapat dari pelajar lainya agar majalah atau buletin yang dikelolanya bisa berkembang. Dengan cara begitu para siswa bisa terus melakukan perbaikan dari berbagai kelemahan terhadap terbitan yang dikelola di sekolahnya. Selain itu para siswa yang bergiat dalam kegiatan jurnalistik ini bisa mendapat kepuasan untuk berkarya dan bagi mereka pun aktivitas ini bisa menanbah pengetahuan dan pengalaman.
Memang akses bagi para siswa mengembangkan kegiatan membaca dan menulis sebagai upaya menyalurkan hobinya tak sebatas di sekolah saja. Para siswa bisa menebarkan karyanya lewat media cetak yang ada. Untuk siswa SD bisa menyalurkan tulisannya ke Pikiran Rakyat minggu rubrik Percil, untuk para siswa SMA, SMP bisa menyalurkannya ke Belia suplemen Pikiran Rakyat terbitan Selasa , Rubrik Belia atau juga bisa ke Gala Media serta media cetak lainya yang menampung karya para siswa atau remaja.
Perhatian para praktisi jurnalis, penulis terhadap para siswa yang meminati hobi menulis atau terjun di dunia jurnalistik cukup besar hal itu tercermin dari buah pena mereka yang mengajak para pelajar untuk belajar atau menekuni dunia jurnalistik. Buku- buku jurnalistik yang bisa dibaca antara lain : Bambang Trim dengan karyana Jurnalistik untuk remaja, Prof Drs. M . Atar Semi .dengan bukunya Berlatih Menjadi Wartawan Kecil, Dra. Vero Sudiati Cs. dengan bukunya menjadi wartawan Muda.
Selain itu, sejumlah buku jurnalistik patut pula dibaca para siswa yang gemar menulis dan bergerak di dalam kegiatan penerbitan sekolah. Buku Cara gampang jadi wartawan( AA Kunto A) , Jurnalistik Terapan ( Asep Syamsul M Romli), Kaliumat Jurnalistik (A.M.Dewabrata), Paragraf Jurnalistik (Dr .R. Kunjana Rahardi, M.Hum). Buku ini tentu saja akan menambah wawasan siswa dan bisa menjadi motivasi untuk memahami dunia jurnalistik.
Bahkan untuk menambah pengetahuan,wawasan para siswa kerap diadakan pelatihan jurnalistik (citizen journalist) bagi para pelajar ,baik yang diberikan oleh perorangan ,kelompok organisasai atau pun media cetak. Aktifitas ini terus berlangsung di berbagai kota khususnya di Bawa Barat. Surat kabar terbesar di Jawa Barat yakni Pikiran Rakyat telah beberapa kali menggelar kegiatan Jurnalistik diberbagai sekolah di kota-kota di jawa barat. Dan tentu saja kegiatan ini mendapat respon yang cukup baik dari para pelajar.
Untuk menguji kreatifitas siswa dalam bidang jurnalistik ini ada beberapa pihak termasuk beberapa sekolah yang mengadakan perlombaan membuat majalah dinding ( Mading ). Kegiatan lomba ini dikuti berbagai sekolah. Tentu saja dalam lomba seperti ini hanya para peserta yang kreatfilah yang mampu menjadi pemenang kegiatan lomba.
Wawan Rusmawan .alumni pendidikan kewartawanan YDI 1987, Anggota Asosiasi Guru Penulis PGRI Jawa Barat
