" WILUJENG SUMPING ...................SELAMAT DATANG..........di Blog SOBAT KITA...Cimahi

Sabtu, 01 Agustus 2009

yuk mendonwload BS-E dari Depdiknas

Pemerintah khususnya Depdiknas sekarang memberi kemudahan kepada masyarakat pada sektor pendidikan yaitu mengenai pengadaan buku. Buku-buku yang bisa didownload meliputi buku pelajaran tingkat SD,SMP,SMA,SMK dan KBBI. Pengguna dapat mendownload dan/atau mencetak file BS-E serta menggandakan, memperdagangkan, buku-buku tersebut selaras dengan dengan ketentuan:
  1. Pengganda dan/atau penjual berkewarganegaraan Indonesia atau berbadan hukum di wilayah Indonesia;
  2. Mencantumkan identitas diri pada halaman prelim bagi buku-buku yang diperdagangkan/disebarluaskan;
  3. Spesifikasi buku teks pelajaran hasil penggandaan untuk diperdagangkan harus sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Mendiknas Nomor ?. tanggal??;
  4. Harga Jual buku teks pelajaran yang dapat digandakan untuk diperdagangkan tidak boleh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang tertuang dalam Peraturan Mendiknas Nomor ?. tanggal??
  5. Buku teks pelajaran yang digandakan untuk diperdagangkan harus mencantumkan harga jual buku pada kulit sisi luar buku bagian belakang.
  6. Pengguna wajib mentaati butir-butir kesepakatan ini dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku.

Jika setuju dengan ketentuan diatas maka tinggal pilih buku apa saja yang dibutuhkan. Untuk informasi lebih jelas kunjungi situsnya di:

http://bse.depdiknas.go.id/?top=x&mn=1&tk=1&id=20080424085611


Rabu, 29 Juli 2009

Islam di Perancis terbesar di Eropa

"Jika pertolongan Alloh dan kemenangan telah datang. Dan kamu lihat manusia berbondong-bondong masuk agama Alloh. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesunguhnya Dia Maha Pengampun ". (QS An-Nashr 1-3) demikian isyarat al-Quran yang diungkapkan belasan abad lalu. Bahwa kita akan melihat manusia masuk agama islam berbondong-bondong . umat manusia akan masuk Islam tak terkeuali di Eropa.
Islam adalah agama yang damai, universal, dan rahmat bagi seluruh alam. Karena dasar itu, agama Islam pun dapat diterima dengan baik di berbagai belahan muka bumi ini. Mulai dari jazirah Arabia, Asia, Afrika, Amerika, hingga Eropa.

Pada abad ke-20, Islam berkembang dengan sangat pesat di daratan Eropa. Perlahan-lahan, masyarakat di benua biru yang mayoritas beragama Kristen dan Katholik ini mulai menerima kehadiran Islam. Tak heran bila kemudian Islam menjadi salah satu agama yang mendapat perhatian serius dari masyarakat Eropa.

Di Prancis, Islam berkembang pada akhir abad ke-19 dan awal ke-20 M. Bahkan, pada tahun 1922, telah berdiri sebuah masjid yang sangat megah bernama Masjid Raya Yusuf di ibu kota Prancis, Paris. Hingga kini, lebih dari 1000 masjid berdiri di seantero Prancis.

Di negara ini, Islam berkembang melalui para imigran dari negeri Maghribi, seperti Aljazair, Libya, Maroko, Mauritania, dan lainnya. Sekitar tahun 1960-an, ribuan buruh Arab berimigrasi (hijrah) secara besar-besaran ke daratan Eropa, terutama di Prancis.

Saat ini, jumlah penganut agama Islam di Prancis mencapai tujuh juta jiwa. Dengan jumlah tersebut, Prancis menjadi negara dengan pemeluk Islam terbesar di Eropa. Menyusul kemudian negara Jerman sekitar empat juta jiwa dan Inggris sekitar tiga juta jiwa.

Peran buruh migran asal Afrika dan sebagian Asia itu membuat agama Islam berkembang dengan pesat. Para buruh ini mendirikan komunitas atau organisasi untuk mengembangkan Islam. Secara perlahan-lahan, penduduk Prancis pun makin banyak yang memeluk Islam.

Karena pengaruhnya yang demikian pesat itu, Pemerintah Prancis sempat melarang buruh migran melakukan penyebaran agama, khususnya Islam. Pemerintah Prancis khawatir organisasi agama Islam yang dilakukan para buruh tersebut akan membuat pengkotak-kotakan masyarakat dalam beberapa kelompok etnik. Sehingga, dapat menimbulkan disintegrasi dan dapat memecah belah kelompok masyarakat.

Tak hanya itu, pintu keimigrasian bagi buruh-buruh yang beragama Islam pun makin dipersempit, bahkan ditutup. Meski demikian, masyarakat Arab yang ingin berpindah ke Prancis tetap meningkat. Pintu ke arah sana semakin terbuka.

Pelajar Muslim

Pada tahun 1970-an, imigran Muslim kembali mendatangi negara pencetus trias politica itu. Kali ini, para pelajar Muslim yang datang ke Prancis untuk menuntut ilmu. Kedatangan para pelajar ini menjadi faktor penting yang mengambil peran besar dan penting dalam mendorong penyebaran Islam dan berkehidupan Islam di jantung negeri Napoleon Bonaparte ini.

Tahun 1985, diselenggarakan konferensi besar Islam yang dibiayai Rabithah Alam Islami (Organisasi Islam Dunia). Turut serta dalam konferensi itu 141 negara Islam dengan keputusan mendirikan Federasi Muslim Prancis.

Peristiwa besar ini tidak luput dari perhatian dunia, mengingat kehadiran umat Islam di salah satu negara Eropa selalu menjadi dilema bagi para penguasa setempat, terutama yang menyangkut ketenagakerjaan (buruh) dan masalah sosial.

Hasil konferensi dan terbentuknya federasi Muslim itu berhasil mempersatukan sebanyak 540 buah organisasi Islam di seluruh Prancis dan melindungi 1600 buah masjid, lembaga-lembaga pendidikan Islam, dan gedung-gedung milik umat Islam.

Dengan kondisi ini, barisan (saf) umat Islam pun semakin kokoh. Yang lebih menggembirakan lagi, kebanyakan anggota federasi yang menjalankan roda organisasi justru berasal dari kaum muda-mudi Muslim berkebangsaan Prancis sendiri.

Federasi ini bertujuan berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan keislaman di Prancis dan memberikan pengetahuan dan pendidikan tentang Islam kepada warga Prancis.

Lembaga ini berperan besar dalam menjembatani umat Islam Prancis dengan pemerintah setempat, terutama dalam menyuarakan kepentingan umat Islam.

''Dengan kesepakatan ini, umat Islam punya hak yang sama dengan umat Katholik, Yahudi, dan Protestan,'' kata seorang menteri di pemerintahan, Nicolas Sarkozy.

Organisasi itu merupakan gabungan dari tiga organisasi besar Islam di Prancis, yakni Masjid Paris, Federasi Nasional Muslim, dan Persatuan Organisasi Islam Prancis.

Pelarangan Jilbab

Prancis, yang juga terkenal sebagai negara mode ini, pernah melarang Muslimah menggunakan jilbab sekitar tahun 1989. Pelajar Muslimah dikeluarkan dari kelas karena memakai jilbab, pekerja Muslimah dipecat dari kantornya karena mengenakan jilbab. Namun, mereka tidak menyerah begitu saja. Umat Islam Prancis menggoyang Paris dengan aksi-aksi demo menuntut kebebasan. Dan, umat Islam di berbagai negara pun turut melakukan protes atas kebijakan tersebut.

Akhirnya, pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan pada 2 November 1992 yang memperbolehkan para siswi Muslimah untuk mengenakan jilbab di sekolah-sekolah negeri.

Sekarang, tampilnya wanita-wanita berjilbab di Prancis menjadi satu fenomena keislaman yang sangat kuat di negeri tersebut. Mereka bukan hanya hadir di masjid-masjid atau pusat-pusat keagamaan Islam lainnya, melainkan juga di sekolah-sekolah negeri, perguruan tinggi negeri, dan tempat-tempat umum lainnya.

Banyak hal yang memengaruhi perkembangan Islam di Perancis. Salah satunya adalah Perang Teluk 1991 yang menyebabkan munculnya krisis identitas di kalangan anak muda Muslim di Prancis. Kondisi ini mendorong mereka lebih rajin datang ke masjid. Gerakan Intifada di Palestina juga mendorong makin banyaknya Muslim Perancis yang beribadah ke masjid.

Umat Islam di Prancis memiliki peranan yang sangat penting. Mereka memainkan peranan dalam semua sektor. Mulai dari pendidikan, lembaga keuangan, pemerintahan, olahraga, sosial, dan lainnya.

Bahkan, pada Perang Dunia I dan II, umat Islam di Eropa tercatat turut menentang pendudukan Nazi. Keikutsertaan umat Islam dalam menentang pendudukan Nazi menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan kemerdekaan Prancis.


Masjid dan Sekolah Islam Meningkat

Seiring dengan berkembangannya agama Islam di negara Prancis, jumlah sarana ibadah dan kegiatan keislaman pun semakin meningkat.

Menurut survei yang dilakukan kelompok Muslim Prancis, sampai tahun 2003, jumlah masjid di seantero Prancis mencapai 1.554 buah. Mulai dari yang berupa ruangan sewaan di bawah tanah sampai gedung yang dimiliki oleh warga Muslim dan dibangun di tempat-tempat umum.

Perkembangan Islam dan masjid di Prancis juga ditulis oleh seorang wartawan Prancis yang juga pakar tentang Islam, Xavier Ternisien. Dalam buku terbarunya, Ternisien menulis, di kawasan Saint Denis, sebelah utara Prancis, terdapat kurang lebih 97 masjid, sementara di selatan Prancis sebanyak 73 masjid.

Ternisien menambahkan, masjid-masjid yang banyak berdiri di Prancis dengan kubah-kubahnya yang khas menunjukkan bahwa Islam kini makin mengemuka di negara itu. Islam di Prancis bukan lagi agama yang di masa lalu bergerak secara diam-diam.

''Masjid-masjid yang ada di Prancis kini bahkan dibangun atas tanah milik warga Muslim sendiri, bukan lagi di tempat sewaan seperti pada masa lalu,'' ujarnya.

Tampaknya, pada tahun-tahun mendatang, jumlah masjid akan makin bertambah di Prancis. Sejumlah masjid yang ada sekarang terkadang tidak bisa menampung semua jamaah. Masjid di kawasan Belle Ville dan Barbes, misalnya, sebagian jamaah terpaksa harus shalat sampai ke pinggiran jalan.

Awalnya, masjid-masjid yang ada di Prancis didirikan oleh orang-orang Muslim asal Pakistan yang bekerja di pabrik-pabrik di Paris, Prancis. Mereka mengubah ruangan kecil tempat makan siang atau berganti pakaian menjadi ruangan untuk shalat. Terkadang, mereka menggunakan ruangan di asramanya sebagai sarana ibadah. Sehingga, hal itu terus berkembang dan menyebar.

Perkembangan yang terus meningkat itu membuat sebagian masyarakat Prancis khawatir. Masjid-masjid yang ada sering menjadi sasaran serangan yang berbau rasisme. Masa suram masjid di Prancis terjadi pada tahun 2001. Sejumlah masjid menjadi sasaran serangan dengan menggunakan bom molotov. Bahkan, ada masjid yang dibakar. Bentuk serangan lainnya adalah menggambari dinding-dinding masjid dan dinding rumah imam-imam masjid dengan lambang swastika. Namun, sejauh ini, belum ada organisasi hak asasi manusia atau asosiasi Muslim yang mempersoalkan serangan-serangan itu.

Sekolah

Tak hanya masjid yang tumbuh, lembaga pendidikan Islam di negeri mode ini pun turut berkembang. Sejumlah sekolah Islam berdiri di Prancis. Sampai kini, sedikitnya ada empat sekolah Muslim swasta.

''Pemerintah belum lama ini memberi izin untuk memulai operasi,'' ujar Mahmoud Awwad, sponsor dan direktur sekolah Education et Savior.

Awalnya, sebuah sekolah didirikan di Vitrerie, pinggiran selatan Paris. Kurikulumnya disesuaikan dengan kurikulum pendidikan nasional Prancis, namun ada tambahan pelajaran khusus muatan lokal tentang keislaman, seperti bahasa Arab dan agama Islam.

Education et Savior adalah sekolah kedua yang dibuka di Paris setelah sekolah Reussite di pinggiran Aubervilliers, utara Paris, dan yang keempat di Prancis. Dua sekolah swasta Islam lainnya adalah Ibn Rushd di Kota Lille, utara Prancis, dan Al-Kindi di Kota Lyon.

Selama ini, umat Islam di Prancis ingin memiliki sekolah swasta Islam setelah Paris melarang jilbab dan simbol keagamaan di sekolah negeri empat tahun lalu. Siswi Muslim yang memakai jilbab akan dikeluarkan dari sekolah dan kondisi ini membuat masa depan mereka suram.

Awwad mengaku, pihaknya tidak sulit mendapatkan izin pendirian sekolah Islam. ''Tidak seperti sekolah Al-Kindi, kami tidak menemui rintangan,'' ujar Awwad. Pembukaan Al-Kindi di Lyon mendapat hambatan saat dibuka pada 2006.

Academy of Lyon, badan pendidikan negara yang tertinggi di kota itu, menolak izin operasional sekolah itu dan menutup sekolah dengan alasan pihak sekolah tidak memenuhi standar kebersihan dan keselamatan. Namun, Pengadilan Administratif di Lyon membatalkan penutupan itu pada Februari tahun lalu. Ini berarti sekolah Al-Kindi bisa membuka ajaran baru pada Maret 2007.

Menurut para pemimpin Muslim Prancis, insiden di Al-Kindi justru mendorong masyarakat Muslim untuk membuka sekolah serupa. ''Kontroversi Al-Kindi mendobrak ketakutan di minoritas Muslim untuk memiliki sekolah lebih banyak,'' ujar Lhaj Thami Breze, ketua Organisasi Persatuan Islam di Prancis, UOIF. osa/taq (sumber HU REpublika)

Minggu, 26 Juli 2009

Paturay tineung Siswa Kls XII SMAN I Cisarua


Belum lama ini,tepatnya 8 juni 2009 ,bertempat di aula SMA Negeri 1 Cisarua jalan Terusan Kolonel Masturi No 64 Cisarua Kabupaten bandung barat telah dilaksanakan kegiatan perpisahan kelas 3 SMA Negeri 1 Cisarua. Kegiatan ini selain diikuti oleh 354 siswa kelas tiga, diikuti pula oleh para guru,wali kelas, staf TU, pengurus Komite sekolah, para alumni , juga para orang tua siswa.

Ketua Komite sekolah SMAN 1 Cisarua H. Muharam ,dalam sambutannya menyatakan bahwa dirinya yanga ikut mewakili orangtua siswa berterimakahsih kepada berbagai pihak, para guru yang telah menjalankan tugasnya mendidik ,mengajar dan melatih siswa tanpa lelah. Selain itu ia pun berpesan kepada para siswa agar setelah keluar dari SMA ini, yang meneruskan belajarnya ke perguruan tinggi tetap bisa sukses, demikian pula yang terjun kerja di masayarakat bisa sukses juga.

Sesion beikutnya yang memberikan sambutan adalah kepala SMA Negeri 1 Cisarua Drs Engkun Kurnia. Sebagai kepala sekola beliau berharap agar para siswa yang telah menuntut ilmu di SMAN 1 cisarua selama 3 tahun tentu mendapat ilmu yang dicarinya dan tentu saja ilmu itu merupakan bekal hidup.Seusainya lulus dari sekolah ini para siswa diharapkan bisa meraih sukses di bidang apa saja yang dijalani . Baik sukses dalam mneruskan belajarnya di perguruan tinggi ataupun dalam sukses dalam pekerjaannya.

Sofwan Hadi, mantan ketua OSIS yang mewakili siswa kelas tiga dalam acara patura tineung tersebut memaparkan perasaannya sebagai siswa yang telah dibina di sekolah ini bahwa dirinya mewakili siswa kelas tiga mengucapkan rasa terima kasih kepada para guru, kepala sekolah para Tatata usaha serta semua pihak yang telah sudi membimbing dan membina para siswa dengan suka rela sehingga para siswa bisa memetik sejumlah pengetahuan dan ilmu dan keterampilan sebagai bekal hidup. Sebagi siswa dia memohon maaf kepada para pembimbingnnya bila selama menjadi siswa banyak melakukan kesalahan.

Kegiatannpaturayb tineung kelas XII SMAN I Cisarua ini disemarakan dengan menampilkan sejumlah acara berupa kresi seni karya guru dan siswa antara lain Jaipong, Kabaret, juga ditampilkan 6 grup band yang berasal dari SMAN Cisarua, Kolaborasi Band guru dan siswa, serta Band Tamu dari luar sekolah.

Penampilan Kabaret karya siswa Cisarua yang disajikan acara kresi seni pertama konon cukup mendapat perhatian dan apresiasi dari para penonton. Thema yang disampaikan dalam kabaret tersebut masih sekitar dunia pendidikan . tentang pernak-pernik dunia pendidikan yang dihiasi dengan potret hitam dan putihnya para siswa, beratna soal biaya pendidikan, kehetiran dan kebahagian para siswa di sekolah. Sebagai penutup acara ditampilkan Band tamu dari luar.

Acara paturay tineung ini ini diakhiri dengan kegiatan mushafah antara para saiswa dengan pengurus komite sekolah,kepala sekolah,para guru , staf tata usaha dan pegawai sekolah lainnya.

Kesan dan pesan.

Seorang siswa menuturkan kesan-kesannya seusai mengikuti acara paturay tineung : “Sedih juga saya harus meninggalkan sekolah tercinta ini .kami telah 3 tahun belajar dengan penuh perasaan dari yang suka dan duka. Tapi memang ini adalah perjuangan . saya haruis terus melangkah ke depan menyongsong hidup baru”.(Wawan Rusmawan)***

Minggu, 28 Juni 2009

Bea siswa bagi Pelajar

Oleh Wawan Rusmawan

Tak dapat dipungkiri, untuk memperoleh pendidikan yang baik dibutuhkan biaya pendidikan yang jumlahnya cukup besar . Bagi orang yang mampu dan banyak uang, masalah biaya ini tidak terlalu menjadi persoalan .Namun bagi sebagian orang, yakni orang dhuafa alias orang kurang mampu masalah biaya ini, merupakan persoalan yang cukup berat. Jangankan untuk biaya pendidikan, untuk biaya makan sehari-hari saja mereka nyaris tak punya. Apalagi problema biaya pendidikan ini, dari hari ke hari diberbagai jenjang pendidikan menunjukkan gerafik yang terus meningkat. Jelas, bagi kelompok masyarakat kurang mampu ini, menggapai pendidikan menjadi semakin sulit dan dan sukar untuk diwujudkan.

Meski pun begitu, ditengah susah dan beratnya masalah beban biaya pendidikan ini ,bagi sekelompok orang atau pelajar yang kretif, dengan bekal semangat, do’a serta usaha yang ulet .serta berusaha membangun jaringan silaturahmi dengan pihak lain yang berkompeten ternyata biaya pendidikan yang dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan bisa diatasi dengan baik. Sehingga kendala biaya yang selama ini dianggap menakutkan bisa selsai. Salah satu cara para pelajar tersebut mengatasi kendala biaya adalah dengan cara mencari dan mendapatkan beasiswa.

Beasiswa menurut kamus lengkap Bahasa Indonesia masa kini (Penerbit terbit Terang 1999) adalah tunjangan uang yang diberikan kepada siswa karena nilai tinggi atau karena yang bersangkutan tidak mampu membayar. Keberadaan beasiswa ini sudah barang pasti merupakan angin segar bagi para pelajar/mahasiswa yang kurang mampu segi ekonomi tetapi memiliki sen mangat untuk sukses menggapai pendidikan. Realitasnya telah banyak para pelajar yang tadinya kurang mampu secara ekonomi ternyata berkat adanya bantuan beasiswa ini mereka mampu menyelsaikan pendidikan. Bahkan tak sedikit dari para penerima beasiswa ini mampu mencapai jenjang pendidikan yang cukup tinggi.

Jenis-Jenis beasiswa

Beasiswa yang bisa didiperoleh para pelajar atau mahasiswa bisa diperoleh dari berbagai lembaga pemberi besiswa baik dari dalam negeri maupun dari manca negara. Ada puluhan jenis beasiswa yang ditawarkan berbagai lembaga pemberi beasiswa ini kepada para pelajar sesui dengan ketentuan dan persyaratan yang ditentukan . Dan sudah selayaknya beasiswa yang ditawarkan ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh para pelajar maupun mahasiswa untuk membiayai pendidikannya.

Beasiswa yang bisa diambil para siswa ini bisa berasal dari dalam negeri maupun dari mancanegara.

a; Bebearpa contoh beasiswa yang bisa diperoleh para pelajar,yang berasal dari dalam negeri .yaitu: Bea siswa Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA), Beasiswa Bakat dan Prestasi, Beasiswa DIKTI,Beasiswa Gerakan Belajar Mandiri, Beasiswa Etos Dompet Dhuafa, Beasiswa Utusan DAERAH (bud) IPB , Beasiswa yayasan ORBIT,Beasiswa Mitra Pendidikan Global, Beasiswa Epson Scholarship Program, Beasiswa EXXON Mobil,The Habiebie Center, Beasiswa Supersemar,Beasiswa SDM IPTEK,Besiswa Sampoerna Foundation, Beasiswa ASTRA Beasiswa BAZIZ DKI,Beasiswa Mizan,Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

B; Beberapa negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan negara kita melakukan berbagai kerjasama dan bantuan kepada indonesia. Salah satu bentuk bantuan yang diberikan kepada masyarakat indonesia adalah bantuan pendidikan berupa beasiswa. Banyak negara telah memberikan bantuan beasiswa dari luar negeri misalnya beasiswa yang berasal dari Amerika, Jepang, Inggris, Dari Arab Saudi , Rusia , Perancis, Australia , Jerman, Singapura,Norwegia,Korea selatan, India , Sudan, Iran, Mesir (Al-Azhar), Malaysia. Irak, Pakistan, Kuawait, suriah. Dan berbagai negara penyedia beasiswa lainya..

Banyaknya bantuan beasiswa untuk pendidikan yang dikucurkan dari negara-negara sahabat tersebut memang telah ikut memberi kontribusi dan kesempatan kepada bangsa kita khususnya generasi muda untuk memperoleh pendidikan lebih baik lagi. Mudah-mudahan kontribusi para pelajar/ mahasiswa yang mendapat kesempatan memperoleh pendidikkan yang lebih baik , bisa ikut memberi sumbangan semakin majunya sumber daya manusia indonesia dan pendidikan di indonbesia pada khususnya , Semoga begitu adanya. ***

Rabu, 17 Juni 2009

mari belajar jujur

Bukan hal baru memang berita tentang ketidakjujuran manusia. Mungkin sudah ada sejarahnya dari jaman dulukala. Aktifitas ketidakjujuran ini terus menggelinding hingga jaman kiwari. Ketidakjujuran bisa dilakukan siapa sajatanpa kecuali . Harian Kompas menurunkan berita menarik tentang ketidakjujuran ini . Mari kita simak bersama.

Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas, Dr Badhowi menyatakan rasa prihatinnya terhadap sejumlah kepala sekolah dan guru di Tanah Air yang tidak jujur dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) lalu.

"Ketidakjujuran Kepala Sekolah merupakan suatu keprihatinan. Sebenarnya ketidakjujuran itu ada dimana-mana dan bukan saja terjadi pada guru. Namun karena sosok guru merupakan cermin keteladanan maka kemudian menjadi sorotan," katanya di sela konferensi internasional Best Practise bagi para kepala sekolah se-Asia Tenggara, di Jakarta, Rabu (17/6).

Kecurangan dan ketidakjujuran yang dilakukan kepala sekolah dan guru seperti yang terungkap setiap kali dalam pelaksanaan ujian nasional merupakan tindakan terkait administrasi dan edukatif.

"Kita bedakan masalah administratif dan edukatif. Masalah adminstrasi, sanksi dan sebagainya, itu kewenangannya pada siapa yang mengangkat mereka," katanya.

Depdiknas mengambil porsi edukatif dengan memberikan pendekatan untuk menerapkan perilaku jujur di kalangan tenaga pendidikan karena implikasinya langsung kepada peserta didik.

"Sementara, kewenangan administrasi dalam bentuk sanksi hukum ada pada aparat dan kepala daerah dimana tindakan kecurangan tersebut terjadi," katanya.

Terhadap guru yang tidak jujur tersebut Baedhowi menghimbau agar selalu bersikap jujur dalam melakukan proses pembelajaran.

"Guru jangan sampai menghilangkan waktu belajar, dalam ulangan sehari-hari, juga harus jujur dalam menilai peserta didik. Jangan anak pintar dikasih nilai kurang, anak yang kurang dikasih nilai baik. Itu juga suatu ketidakjujuran," katanya.( JAKARTA, KOMPAS.com - Rabu, 17 Juni 2009 .Hah, Guru Tidak Jujur Saat Pelaksanaan UN? BNJ.
Sumber : Ant )

Menyimak berita kompas di atas tentunya kita amat prihatin. Kendati begitu kita harus terus belajar untuk jujur .Sipat jujur ini merupakan sipat para manusia muliasipat yang dicontohkan para Nabi.. Karena itu mari bersama-sama untuk belajar jujur dalam segala hal dimulai dari diri kita sendiri.(WR)



Selasa, 19 Mei 2009

Program Pengembangan Diri Di SMA


oleh : Wawan Rusmawan

Kurikulum selalu berubah dan terus diperbaharui , itu memang sebuah kenyataan yang tak terbantahkan. Perubahan itu dapat kita maklumi , sepanjang untuk kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan . Dengan mempertimbangankan segi manafaatnya , hal-hal yang urgen bagi kemajuan pendidikan siswa bisa masuk kedalam kurikulum . Salah satu program baru ,bagi kemajuan para siswa , yang masuk ke dalam kurikulum terbaru ( KTSP ), yakni dikenalkannya program pengembangan diri khususnya untuk kelas X di sekolah menengah atas.

Sejak awal tahun ajaran 2006/2007 beberapa sekolah yang telah mulai merealisasikan program pengembangan diri ini. Program tersebut dilaksanakan bertujuan untuk membantu memandirikan para siswa agar potensi, bakat, minat, keunikan serta kecakapan diri siswa bisa meningkat dan berkembang untuk kebahagiaan hidup mereka .

Dalam struktur Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) , contoh kongkritnya dalam laporan hasil belajar siswa kelas kelas X memuat : A. daftar pelajaran . Ada sekira 16 mata pelajaran yang harus dikuasai siswa . B. muatan lokal . Didalam muatan lokal tercantum pula dua bidang studi yakni bahasa sunda dan pengembangan diri / kecakapan hidup (life skill). Dan untuk program pengembangan diri semester ganjil alokasi waktu yang tersedia adalah 2 jam pelajaran . Demikian pula untuk semester genap jumlahnya 2 jam pelajaran. Agar siswa bisa menempuh ke jenjang berikutnya khususnya dalam program pengembangan diri maka para siswa harus mampu mencapai target ketuntasan minimal (KKM) sesui ketentuan. Penilaian terhadap kompetensi siswa ini dilakukan melalui penilaian pengetahuan dan sikap siswa.

Untuk melaksanakan program ini, tentu saja setiap sekolah harus menyesuaikan diri dengan kemampuan dan kondisi sekolah masing-masing. Pihak sekolah tentu saja perlu mempertimbangakan dengan cermat keadaan tenaga pengajar, sarana dan prasarana lain serta berbagai aspek yang dirasakan perlu. Karena itu bisa jadi satu sekolah bisa sama bahkan mungkin tidak sama dengan sekolah lain dalam melaksanakan program yang dikembangkannya. Bisa saja sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA ) hanya nelaksanakan 1 jenis program pengembangan diri . Sementara itu di SMA yang lain ada yang mampu menjalankan 4 jenis program pengembangan diri atau bahkan lebih , sesuai dengan kebutuhan siswa dan kesiapan sekolah .

Sekedar contoh , program yang telah dilaksanakan di beberapa SMA ini misalnya Program komputer, elektonik, tata boga, tata busana, jurnalistik , pramuka berbasis multi kecakapan , keterampilan berbasis kesenian dan program lain yang dipilih sekolah sesuai kondisi dan kemampuan sekolah masing-masing .

Makin bervariasai jenis pilihan program ini akan makin bagus buat dipilih siswa .Tentu saja para siswa bisa memilih salah satu program pengembangan diri yang paling cocok ,sesuai minat dan yang paling disukai . Seperti halnya terhadap bidang setudi yang lain ,demikian pula terhadap jenis program yang dipilihnya ini ,para siswa harus mengikuti semua aktivitas kegiatan pembelajaranya dengan baik, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di sekolah .

Dalam kegiatan pembelajarannya seperti pelajaran lain program ini menggunakan berbagai metoda dan model pembelajaran yang bervariasi . Metoda drill, karyawisata, ceramah , metoda demontrasi , tanya jawab dan lain-lain. Selain intu para guru harus tetap memotivasi , memonitor kemajuan belajar siswa termasuk mengevaluasi ( menilai ) kinerja belajar siswa. Sehingga siswa semakin maju dan semangat mengikuti aktivitas pembelajaran di sekolah.

“Saya ikut program pengembangan diri keterampilan komputer karena ingin bisa merakit komputer ,menyervis komputer dan memprogram komputer ” papar siswa peserta pengembangan diri komputer. “ Saya mengambil tata boga karena ingin punya keahlian dalam memasak ,siapa tahu nanti bidang ini bisa jadi lahan bisnis yang menghasilakan uang ” Kata siswai peserta PD tata boga. Demikian pula pada kesempatan lain siswa yang memilih jurnalistik berkata kepada penulis “ saya ingin bisa nulis di koran atau majalah soalnya banyak ide-ide yang bagus yang ingin dituangkan . Mudah-mudahan melalui program pengembangan diri jurnalistik ini minat dan bakat serta keterampilan saya bisa berkembang , dan saya bisa jadi penulis atau wartawan yang baik ”. Demikianlah sebagian harapan yang diungkapkan oleh para siswa prihal keikut sertaan mereka memilih program pengembangan diri

Dan dengan dilaksanakannya program pengembangan diri atau disebut juga pendidikan kecakapan hidup (life skill) di sekolah semoga bisa memberi mereka bekal pengetahuan , wawasan baru, kecakapan , serta menambah rasa percaya diri terhadap potensi ,kreasi yang ada pada diri para siswa , sehingga mereka mampu menghadapi kehidupan dengan lebih baik.

Keberhasilan program ini memamg membutuhkan dukungan berbagai pihak .sekolah ikut memfasilitasi menyediakan sarana dan prasarana. Para guru sebagai pelaksana pendidikan di sekolah menjalankan peranananya dengan baik. Siswa bersungguh-sunguh melaksanakan kegiatan program ini . Bila semua itu berjalan dengan lancar ,Insya Alloh selain akan akan memberi nilai tambah dan kecakapan bagi kemajuan dan keberhasilan siswa , juga menambah citra yang baik bagi guru dan sekolah . Semoga begitu adanya. ***

Minggu, 03 Mei 2009

Mengenal Dogma orientalis

Orientalisme adalah siatu istilah yang timbul di kalangan orang-orang Kristen Eropa, yang berarti :pengkajian tentang bahasa, kebudayaan dan segala sesuatu yang brkaitan dengan bangsa timur.

Namun pada prakteknya ,terbukti studi tersebut difokuskan pada masalah-masalah yang bersangkutan dengan agama Islam dan kaum muslimin ,terutama bahasa arab,sebagai bahasa alQur-an yang merupakan sumbreerpertama dan utama hokum-hukum islam.

Karena itu ,bila disebut kata orientalis, maka yang dimaksud adalah, seorang non muslim barat (Eropa dan amerika) yang melakukan study atau akli menganai bahasa arab atau salah satu bidang ilmu-ilmu ke- islaman.

Asal-usul orientalis

Tak diketahui pasti kapan dan siapa orang eropa pertama yang malakukan setudi ketimuran(keislaman).yang jelas, bahwa pada masa bkejayaan islam di Andalusia,ada beberpa orang pendeta Kristen yang dating ke sana untuk mempelajari berbagai ilmu pengetahuan dari ulama-ulama islam:terutama dalam ilmu-ilmu filsafat,kedokteran dan matematika. Di samping itu mereka juga menterjemahkan Al-Qur-an dan kitab-kitab baerbahasa Arab lainnya ke dalam bahasa mereka.

Diantara para pendeta Kristen tersebut terdapat seorang pendeta Prancis bernama Jerbert (sekembalinya dari andalus, terpilih sebagai Paus greja Roma pada tahun 99M dengan sebutan Paus silvester II ),Petrus Agung Pierrele Aenarae, dan Gerard de Ceremone. Sejak itulah Eropa terutama orang-oramg grejanya – tak pernah berhenti mempelajari ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam ( Lihat artikel lain “Buku membangun perdaban manusia). yang merupakan sebab-sebab kebangkitan kaum muslimin dalam mencapai peradaban yang demikian tinggi.

Kegiatan Orientalisme semakin digalakan setelah berakhirnya perang salib (1096-1270): yang menuurut mereka merupakan perang keagamaan dengan semboyan suci menyelmatakan tanah Al-masih dari kakai-kaki kaum muslimin disamping ambisi mereka untuk menjajajh negeri-negeri Islam yang makmur itu.

Kekalahan mereka dalam perang salaib menimbulkan dendam yang mendalam .Dendam keagamaan yang disertai napsu untuk menjajah senantiasa mendorong mereka untuk berusaha menghancurkan Islam. Dan kaum muslimin. Dan lewat kekuatan senjata ternyata gagal, maka mereka mengubah cara lewat perang ideology dan kebudayaan Untuikm maksud inilah memreke mempelajari agama islam dan strategi kaum muslimin, baik din Negara-anegara arab maupun di Negara-negara berpenduduk muslim lainnya, lewat kegiatan orientalisme yang terus menerus mekea lakukan hingga sekarang.

Kemudian datanglah Zionis yahudi dan meramaikan medan orientalisme dengan tujuan dan maksud yang sama, yaitu untuk memecah belah kesatuan dan persatuan kaum muslimin.

Doma-dogma Orientalisme

Para orientalis yang mempelajari islam dan masyarakatnya, dunia Arab pada khususnya dan Timur pada umumnya masih belum bergeser sama sekali dari doktrin dan dogma-dogma lama yang sudah kuno.....bersambung ( Wawan Rusmawan)***